Desa Kumpay Jalan Cagak Kabupaten Subang

Jumat, 04 Agustus 2017

Tahu Bapak Kawat di Desa Kumpay

BAHAGIA ITU SEDERHANA BISA SANTAI SAMBIL NGEMIL TAHU KHAS DESA KUMPAY
JALANCAGAK-SUBANG
Tahu adalah salah satu bahan makanan pokok yang termasuk dalam empat sehat lima sempurna. Tahu termasuk bahan makanan yang berkadar air tinggi. Besarnya kadar air dipengaruhi oleh bahan penggumpal yang dipakai pada saat pembuatan tahu. Bahan baku dalam proses pembuatan tahu adalah kedelai yang sudah dikenal sebagai sumber protein tinggi sehingga tahu juga merupakan bahan makanan dengan kandungan protein relatif tinggi. Sahabat tempe yang satu ini biasanya disajikan sebagai lauk yang dibuat dalam bentuk gorengan atau berupa sayuran. Kalau kamu bosan dengan lauk tahu yang gitu-gitu aja, nggak usah takut. Tahu juga bisa di jadiin cemilan yang enak! Jangan bingung mau cari tahu buat dijadikan cemilan dimana, anda tinggal kunjungi tahu buatan bapak Nandang dari Desa kumpay, kecamatan jalancagak kabupaten subang.
Bapak Nandang memulai usaha ini sejak tahun 2014, dengan kegigihannya dan sampai saat ini dapat lancar usahanya sesuai dengan yang di harapkan. Konsumen tidak perlu bingung bagaimana cara mendapatkan Tahu buatan bapak Nandang khas desa kumpay. Caranya Konsumen bisa membeli Tahu tersebut di Pasar terdekat di daerah Tanjung siang dan Cisalak dan sekitarnya, atau konsumen dapat langsung datang kerumahnya di Desa Kumpay Rt 12/03 Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Produk Tahu yang dihasilkan Bapak Nandang  harganya adalah  Rp. 5.000/bungkus nya, terjangkau bukan. Dengan harga yang tidak menguras kantong anda bisa membeli tahu khas buatan bapak Nandang ini.
“ usaha saya ini berjalan lancar, akan tetapi saya masih kekurangan tenaga kerja” ujarnya
Rasanya enak harganya sesuai kantong dan makanan ringan ini sangat cocok untuk menemani keluarga bersantai, bersilaturahmi. Tidak hanya kualitas bahan dan pembuatannya saja yang diperhatikan Bapak Nandang tetapi kepuasan konsumen menjadi hal yang paling utama.
“ bahan yang saya gunakaan yaitu 10 kg kedelai untuk ukuran tahu besar dan tahu ukuran kecil” jelasnya
Dengan usaha industri rumahan yang ditekuni oleh seseorang dapat membuka peluang pekerjaan khususnya di Daerah Kumpay yang bertujuan untuk mengurangi pengangguran dan mengurangi tingkat kemiskinan. Selain itu, dapat menambah produk makanan yang dihasilkan setiap daerah.
Ayo tunggu apalagi segera kunjungi Tahu andalan kami.
Usaha Industri Rumahan Tahu Ds. Kumpay, Jalancagak – Subang
Bpk Nandang
Kp. Kumpay Rt 12/03 Ds. Kumpay
Kec. Jalancagak Kab. Subang
No. Hp 0852 2079 5472

Foto Bapak Nandang (Pemilik)

Foto Produk

Foto Produksi

Foto Produksi

Foto Produksi

Label

Share:

Budidaya Jamur Tiram Putih Desa Kumpay

BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

   Budidaya jamur merupakan salah satu budidaya yang tidak mengenal musim dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Jenis-jenis jamur yang umum dibudidayakan ialah jamur meran,jamur tiram, jamur kuping,jamur payung,dan jamur kancing. Media untuk pertumbuhan jamur dapat menggunakan limbah yaitu limbah pertanian(merang dan daun pisang) dan limbah industri (serbuk gergaji). Ramuan atau campuran yang digunakan sebagai media juga bermacam-macam,sedangkan metode yang digunakan untuk budidaya jamur ini juga bermacam-macam,seperti cara ilmiah, konvensional,tradisional,dan semi modern.

   Bapak Didin Awalidin adalah salah satu pembudidaya jamur tiram putih di Desa Kumpay Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang. Kurang lebih beliau sudah 2 tahun memulai usaha budidaya jamur tiram terasebut.
"Alhamdulillh bididaya jamur sangat menguntungkan, selain tidak memerlukan tempat yang luas, perawatannya juga tidak terlalu sulit". Ujar pak Didin
Tapi tetap saja walaupun mudah, pasti ada saja permasalahan yang sering terjadi. Seperti:
-  Panen di keseluruhan pembudidaya yang serentak, yang mengakibatkan harga pasaran jamur murah.
-   Ketika lebaran idul adha dan idul fitri. Karena ketika hari tersebut peminat jamur menurun.
-   Hujan
Sedangkan dari jamurnya sendiri permasalahannya hanya ada 1. Yaitu adanya hama (ulet). Dan itupun sudah ada pestisida yang bisa menghilangkan hama dari jamur tiram.

    Jika budidaya sedang tidak ada kendala pamen Jamur bisa mencapai 1 kwintal perhari. Panen pertama akan dimulai setelah 40 hari sejak ditanam bibit yang selanjutnya dilakukan setiap60 hari 3 kali panen. Kalau pameliharaannya baik bisa berumur 6-8 bulan.
Perkilogram Bapak Didin mematok harga Rp. 8.000 untuk pemasok. Dan Rp. 10.000 untuk harga pasar. Dalam sebulannya mereka mengantungi untung bisa mencapai Rp.2 juta- Rp.3 juta.

"...kami ganti 800 baglog setiap 4 bulan," paparnya. Kalau baglognya sudah tidak terpakai dapat dijadikan bahan pupuk organik.

   Masalah lainnya yakni pemasaran jamur. Awal sekali dia harus memasarkan sendiri. Kini, sudah banyak yang jadi pengepul. Orang dulu taunya semua jamur beracun. Kini orang sudah tau tidak semua. Dan beberapa jamur dapat dikonsumsi.


Contact Person
Bpk Didin hasanudin
No. Hp 085222669940
Ds. Kumpay, Jalancagak – Subang
Rw 04. Ds kumpay. Kecamatan jln cagak


Foto Produk

Foto Produksi

Foto Produksi

Foto Produksi

Foto Produksi

Foto Produksi

Share:

Makanan Ringan Desa Kumpay

MAKANAN RINGAN DESA KUMPAY

   Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan provinsi Jawa Barat, Indonesia. Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 3 bagian wilayah, yakni wilayah selatan, wilayah tengah dan wilayah utara. Bagian selatan wilayah Kabupaten Subang terdiri atas dataran tinggi/pegunungan, bagian tengah wilayah Kabupaten Subang berupa dataran, sedangkan bagian Utara merupakan dataran rendah yang mengarah langsung ke Laut Jawa.
Sebagian besar wilayah Pada bagian selatan kabupaten Subang berupa Perkebunan, baik perkebunan Negara maupun perkebunan rakyat, hutan dan lokasi Pariwisata. Seperti halnya di Desa Kumpay Kecamatan Jalan Cagak yang mayoritas penduduknya bertani dan berkebun. Dan mayoritas warganya memanfaatkan hasil dari pertanian dan perkebunan di daerahnya dengan membuka home industri sebagai pengahasilan sehari hari.
Industri rumahan merupakan suatu usaha yang dirikan oleh seseorang dengan modal yang kecil dan area pemesarannya juga belum meluas pastinya hanya daerah sekitarnya saja.
Daerah Jalan cagak sangat terkenal dengan potensi perkebunannya seprti perkebunan nanas, teh, singkong, dll. Oleh karena itu mayoritas masyarakat Jalan Cagak tepatnya di Desa Kumpay banyak yang memgelola hasil perkebuban tersebut. Seperti halnya Bapak Eman yang membuat home industri kripik singkong, pisang, dan talas.

    Bapak Eman adalah kepala rumah tangga yang sudah berusia hampir 50 tahun. Beliau tinggal di Desa Kumpay RT 04 RW 01 Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang. Di Tahun 2011 beliau diajak oleh saudaranya untuk membuka usaha rumahan aneka makanan ringan seperti keripik singking, pisang, dan talas. Dibulan pertama respon dari masyarakat sekitar sangatlah baik yang ahirnya membuat Bapak Eman berkeinginan untuk menambah produksi setiap harinya.
 "Yang awalnya hanya 30 kg/hari, sekarang 1 kwintal untuk tiap harinya".  Ujar beliau

   Seperti yang kita ketahui bahwa usaha rumahan dalam proses pemasaran pastinya belum dapat meluas. Pemasaran hanya di daerah sekitar Desa Kumpay, Jakarta, Pagaden, dan juga Kalijati. Itu juga masih mengandalkan saudara yang tinggal di daerah daerah tersebut.

   Usaha ini dirintis sejak awal dengan ke uletan dan sampai saat ini dapat lancar sesuai yang di harapkan. Konsumen tidak perlu binggung bagaimana cara mendapatkan makanan ringan produk dari Bapak Eman ini. Konsumen bisa membeli makanan ringan tersebut di warung warung sekitar daerah Kumpay dan sekitarnya atau konsumen dapat langsung datang kerumahnya di Desa Kumpay Rt 04 Rw 01 03/01 Kecamatan Jalan Cagak. Dan untuk daerah luar Subang kita bisa memesan makanan ringan tersebut dengan menghubungi nomer telfon dari Bapak Eman.
Produk-Produk yang dihasilkan Bapak Eman beserta harganya adalah sebagai berikut:
Keripik singkong Rp. 5000 (ukuran sedang) dan Rp. 6000 (ukuran besar) dengan variansi rasa. Seperti rasa original, jagung balado, dan asin.
Keripik pisang Rp. 5000 ( ukuran sedang) dan Rp. 6000 ( ukuran besar)
Keripik tales Rp. 5000 ( ukuran sedang) dan Rp. 6000 ( ukuran besar)


    Rasanya enak harganya sesuai kantong dan makanan ringan ini sangat cocok untuk menemani keluarga bersantai, bingkisan ketika bersilaturrahmi. Ataupun untuk oleh oleh. Tidak hanya kualitas bahan dan pembuatannya saja yang diperhatikan oleh Bapak Eman, tetapi rasa dan kepuasan konsumen menjadi hal yang paling utama bagi beliau.

Contact Person
Ds. Kumpay, Jalancagak – Subang
Bpk Eman
Kp. Kumpay Rt 04 Rw 01 03/01
Kec. Jalancagak Kab. Subang
No. Hp 085294929933

 
Foto Produk

Foto Produk

Foto Produksi

Proses Produksi

Share:

Pengasahan Gergaji Di Desa Kumpay

Pengasahan Gergaji
 
Gergaji adalah adalah sebuah alat pertukaran yang dimanfaatkan untuk memotong sesuatu. Sedangkan mengasah gergaji adalah usaha menajamkan alat potong gergaji.
            Bapak Edi Sumarta merupakan seorang pria yang berusia hampir 40 tahun. Beliau tinggal di salah satu kecamatan di Kabupaten Subang, tepatnya di Kp Kumpay, Ds Kumpay, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Beliau memiliki sebuah peusahaan yang bernama Tajam Jaya. Perusahaan tersebut menerima jasa pengasahan gergaji dan jasa lassan di dalam bangunan.  Perusahaan Bapak Edi Sumarta memiliki 3 orang karyawan yang masing-masing bisa memproduksi 5-10 asahan gergaji perhari. Sedangkan untuk pendapatan perhari:
1 pcs = Rp 600.000,- untuk ukuran 6m x 25cm (bahan jelek)
1 pcs = Rp 1.000.000,- untuk ukuran 6m x 25cm (bahan bagus)
Perusahaan Tajam Jaya ini juga telah memiliki surat izin usaha perdagangan yang berupa sebuah sertifikat resmi.
            Seperti yang kita ketahui bahwa jasa pengasahan gragaji ini dari segi pengguna jasa belum meluas, hanya pelanggan tetap dari sebuah pabrik pembuatan gragaji yang meminta ditajamkan produknya, dan hanya dari mulut kemulut.
            Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan Tajam Jaya adalah ketika musim hujan. Karena jika musim hujan kayu-kayu menjadi basah dan membuat permintaan untuk jasa pengasahan gragaji menurun. Untuk jasa pengasahan gergaji ini tidak khawatir, konsumen bisa langsung datang ke tempatnya.
Di Kampung Kumpay Desa Kumpay RT 06 RW 02 Kecamatan Jalan Cagak,
Kabupaten Subang
Bapak Edi Suarta
Telepon 081 321 479 632.

Foto Pengasahan Gergaji

Foto Pengasahan Gergaji

Foto Produk

Surat Ijin

Share:

Kamis, 03 Agustus 2017

Keripik Bervariasi Rasa Khas Desa Kumpay

Label Keripik
Produk (Keripik)
Bapak Ustad Ace(Pemilik Usaha)
 KERIPIK BERVARIAN RASA KHAS
DESA KUMPAY, 
JALANCAGAK-SUBANG

Subang merupakan salah satu kabupaten yang berkembang di Jawa Barat. Banyak warga yang menyumbangkan kreatifitasnya untuk kebutuhan sehari-hari. Baru-baru ini dilingkungan kita sering mendengar kata UMKM ( USAHA MIKRO KECIL MENENGAH) atau biasa disebut dengan home industri. Home industri tersebut merupakan suatu usaha yang didirikan dengan seseorang dengan modal yang kecil dan area pemasarannya juga hanya daerah sekitarnya saja. Di salah satu wilayah di  Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat tepatnya di Desa Kumpay Kecamatan Jalan Cagak, terdapat salah satu usaha home industri yang bertepatan dengan Aneka makanan ringan yaitu aneka ragam keripik. Keripik tersendiri merupakan jenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian atau buah-buahan yang di goreng dalam minyak nabati. Cemilan keripik khas desa kumpay kecamatan jalancagak yang di produksi oleh bapak ustad Ace.
Di Tahun 2010 beliau memiliki ide kreatif untuk membuka usaha rumahan aneka makanan ringan. Seperti yang kita ketahui bahwa usaha rumahan dalam proses pemasaran pastinya belum dapat meluas. Saingan yang dihadapi oleh bapak ustad Ace dirasa sangat banyak. Namun, berbagai inovasi dan kualitas produk selalu diutamakan agar konsumen tidak kecewa, bahkan beliau juga pernah di kunjungi oleh Station Tv seperti MNCTV dan TVRI. Usaha ini dirintis sejak awal dengan ke uletan dan sampai saat ini dapat lancar sesuai yang di harapkan. Konsumen tidak perlu bingung bagaimana cara mendapatkan produk Bapak Ustad Ace. Caranya Konsumen bisa membeli makanan tersebut di warung atau supermarket terdekat di daerah Desa Kumpay Kecamatan Jalancagak, dan sekitarnya atau konsumen dapat langsung datang kerumahnya di Desa Rancasari Rw 04 kecamatan Jalancagak kabupaten subang. Produk-Produk yang dihasilkan Bapak Ustad Ace beserta harganya adalah sebagai berikut: Keripik deblo dengan kisaran harga Rp. 22.000, Keripik Pisang manis, Keripik talas, Keripik Pisang, dan Keripik Singkong Balado, dengan kisaran harga Rp. 30.000.
“ keripik deblo ini memakai kunyit tidak memakai bahan pengawet, produk saya ini memiliki ketahanan waktu cukup lama, jika terkena sinar matahari ketahanannya dalam jangka waktu 10 hari” ujarnya di jumpai di kediamannya
Tidak diragukan lagi dong jika keripik khas desa Kumpay kecamatan jalancagak produksi Bapak Ustad Ace ini memang menggerakan kita untuk berkeinginan membeli keripik nya.
“ alhamdulillah saya bisa memulai mata pencaharian saya dengan menjual aneka ragam keripik ini, biasanya saya mengirim keripik saya ini ke daerah Darussalam Lembang” ujarnya
Tidak lain lagi bukan dengan kita tahu rasa keripik yang beliau keluarkan saja sudah mengajak kita untuk mengunjungi keripik buatan bapak ustad Ace  ini, apalagi dengan harga nya yang murah semakin membuat kita penasaran akan keripik yang beliau keluarkan. Buruan tunggu apalagi segera kunjungi keripik asli buatan Desa Kumpay Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang.

Produksi Bermacam keripik, Desa Kumpay, Jalancagak-Subang
Bapak Ustad Ace
Kp. Rancasari Rw 04 Ds. Kumpay Jalancagak-Subang
Jika anda berminat untuk memesan keripik asli buatan Desa Kumpay ini silahkan hubungi nomer di bawah :
No. Hp 0853 2157 4992
Share:

Golok dan Pacul Bapak Didi Supriadi

Bapak Didi Supriadi (Pemilik Usaha)
GOLOK DAN CANGKUL ASLI BUATAN DESA KUMPAY JALANCAGAK-SUBANG
Golok adalah senjata khas rumpun Melayu, bentuknya seperti pisau besar dan berat yang digunakan sebagai alat berkebun. Senjata ini jamak ditemui di Asia Tenggara. Hingga saat ini kita bisa melihat golok digunakan senjata dalam silat. Ukuran berat dan bentuknya bervariasi tergantung dari pandai besi yang membuatnya. Sedangkan Pacul (Cangkul) merupakan satu jenis alat tradisional yang digunakan dalam pertanian. Fungsi Cangkul sendiri digunakan untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun untuk meretakan tanah. Cangkul masih digunakan hingga kini. Cangkul biasanya terbuat dari kayu dan besi.
Salah satu pengrajin yang kini membuat Golok dan Cangkul adalah Bapak Didi Supriadi. Beliau tinggal disalah satu kecamatan di Kabupaten Subang tepatnya di Desa Kumpay Rt 06/02 kelurahan Kumpay Kecamatan Jalancagak. Di Tahun 1998 beliau memiliki ide kreatif untuk membuka usaha rumahan. Seperti yang kita ketahui bahwa usaha rumahan dalam proses pemasaran pastinya belum dapat meluas. Beliau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari nya dengan membuat golok dan cangkul. Hasil dari pembuatan Golok dan Cangkul ia masih menjualnya di daerah desa kumpay dan kota subang sekitar.

“ Alhamdulillah dari usaha ini saya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari untuk keluarga saya, seharinya penjualan cangkul bisa mencapai 10 buah dengan harga tujuh puluh lima ribu rupiah dan penjualan golok perharinya bisa mencapai 15 buah dengan harga tiga puluh lima ribu rupiah” jelasnya

“Dulu mah lagi jaman jaya-jayanya sehari saya bisa dapat pendapatan nyampe seratus tiga puluh ribu rupiah kalo sekarang musim kemarau jadi pendapatan saya berkurang” katanya

Anda mencari golok murah dengan kualitas bagus. Produksi Bpak Didi Supriadi merupakan pilihan yang paling tepat dalam menjual golok murah dan berkualitas.
Perajin Golok dan Pacul Ds. Kumpay, Jalancagak – Subang
Bpk Didi Supriadi
Kp. Kumpay Rt 06/02 Ds. Kumpay
Kec. Jalancagak Kab. Subang
No. Hp 0852 2276 8141

Foto Hasil dan Foto Produksi
PRODUK 1
PRODUK 2
PRODUK 3


PRODUKSI 1
PRODUKSI 2

PRODUKSI 3
PRODUKSI 4






Share:

Rabu, 02 Agustus 2017

Desa Kumpay


Sekilas Sejarah Desa Kumpay
Desa Kumpay merupakan salah satu desa yang berada di wilayah selatan Kabupaten Subang tepatnya di Kecamatan Jalancagak. Desa Kumpay menurut sejarahnya didirikan oleh tiga orang kasepuhan yaitu Eyang Mira dari Tambakan, Eyang Johar dari Aul dan Eyang Mandor Adi Sura dari Sumedang, mereka sepakaat memberi nama wilayahnya dengan nama “KUMPAY” Karena pada saat itu sekitar tahun 1821 mereka melihat keindahan bunga anggrek saat diterpa angin seperti melambai (dalam bahasa sunda “kembang anggrek katebak ku angin, ngagupay), adapun para pemimpin yang pernah menjadi Kuwu/ Lurah/ Kepada Desa di Desa Kumpay adalah sebagai berikut:


  1. Murhiam 1821 – 1835 
  2. Mursiam 1836 – 1857 
  3. Sartiam 1858 – 1870 
  4. Patinggi 1871 – 1880 
  5. Puradinata 1881 – 1900 
  6. Mad Hadi 1901 – 1911 
  7. Natadipura 1912 – 1950 
  8. Eno 1951 – 1951 
  9. Suhara 1952 – 1965 
  10. Suhana Dikara 1966 – 1969 
  11. Dadang Ikin Sodikin 1970 – 1979 
  12. Warno Sukiman 1980 – 1989 
  13. Yayah Rodiyah 1990 – 1998 
  14. M. Arif Aminulloh 1999 – 2006 
  15. Asep Pulloh 2006 – 2012 
  16. N. Suparmi 2012 - s.d sekarang 
 Wilayah Desa Kumpay sebagian besar merupakan areal perkebunan yang telah ada sejak dulu. Dilihat dari penggunaan tanah di Desa Kumpay ini sebagian besar ditanami oleh tanaman budi daya daerah pegunungan . Pada zaman kemerdekaan sekarang ini, seperti juga desa – desa lainnya di Kabupaten Subang, Desa Kumpay telah mengalami perubahan dalam berbagai bidang berkat bimbingan dan petunjuk dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui beberapa usaha dan kegiatan serta telah menumbuhkembangkan jiwa kegotongroyongan. Sejak tahun 1965, mulai dapat dirasakan manfaat dari usaha perbaikan dengan data perkembangan yang cukup memberikan harapan dimasa yang akan datang apalagi ditunjuknya Desa Kumpay sebagai salah satu desa percontohan Desa Mandiri Gotong Royong.

 Keadaan Demografi
 Secara administratif Desa Kumpay terletak di Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Desa Kumpay memiliki luas wilayah ± 729,74 Ha yang terdiri dari ± 600 Ha pertanian darat (40%-nya digunakan untuk pemukiman penduduk) dan sisanya digunakan untuk pertanian pesawahan. Desa Kumpay merupakan desa berkebudayaan Sunda yang masih kental. Hal tersebut dapat terlihat dari motto desa Kumpay, yaitu CEKAS (Cageur Endah Kayungyun Aman Sabilulungan).
 Desa Kumpay memiliki 2 dusun, 4 RW dan 19 RT yang terdiri dari 1083 KK dengan jumlah penduduk 3475 jiwa, yaitu 1721 jiwa laki-laki dan 1754 jiwa perempuan. Desa Kumpay memiliki 6 Posyandu. Desa Kumpay dipimpin oleh seorang kepala desa yaitu Ibu N. Suparmi atau yang akrab disapa Ma Sa'i.

 Keadaan Geografis
 Adapun batas-batas wilayah Desa Kumpay yakni : Batas Utara : Berbatasan dengan Desa Cirangkong. Batas Timur : Berbatasan dengan Desa Kasomalang Kulon. Batas Selatan : Berbatasan dengan Desa Tambakan. Batas Barat : Berbatasan dengan Desa Tambak Mekar Ketinggian tanah ± 1000 meter dari permukaan laut, sedangkan jarak dari kabupaten Subang ± 17 Km, dengan waktu tempuh sekitar ± 30 menit. Pembagian Daerah Secara keseluruhan, Desa Kumpay berupa daratan, dengan pembagian desa terbagi menjadi 2 dusun, yaitu : Dusun I dan Dusun II Di setiap dusun terdiri dari 2 RW dan beberapa RT. Berikut penjabaran jumlah RT di Desa Kumpay : Dusun I : Dusun I terdiri dari 2 RW, yaitu RW 1 yang memiliki 4 RT dan RW 2 yang memiliki 4 RT. Dusun II : Dusun II terdiri dari 2 RW, yaitu RW 3 yang memiliki 6 RT dan RW 4 yang memiliki 5 RT.

Sarana dan Prasarana
Menurut profil Desa Kumpay tahun 2012 sarana dan prasarana yang ada di Desa Kumpay adalah :

1. Sarana Pendidikan SDN : 2 buah, SLTP : 1 buah, Madrasah : 1 buah, SMK : 1 Buah

2. Sarana Ibadah Mushola : 19 buah, Masjid : 3 buah, Majlis Taklim : 4 buah 

3. Sarana Olahraga Lapangan voli : 2 buah, Lapangan bola : 1 buah

4. Sarana Transportasi Desa Kumpay memiliki sarana transportasi, seperti motor, dan mobil, baik mobil pribadi maupun angkutan umum serta ojek. Angkutan umum tidak mudah dijangkau masyarakat dan jumlahnya pun tidak banyak. Masyarakat lebih banyak menggunakan ojek karena angkutan umum hanya dapat ditemui di jalan utama (jalan besar). Selain itu banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan roda dua (motor pribadi) sebagai alat transportasi yang mudah dijangkau dan lancar.

 5. Sarana Komunikasi Sebagian besar masyarakat Desa Kumpay menggunakan sarana telekomunikasi seperti pesawat telepon pribadi (telepon seluler) dan pesawat TV. Hampir setiap rumah sudah memiliki pesawat televisi sendiri.

 6. Sarana Perdagangan Di Desa Kumpay ini tidak ada tempat khusus seperti pasar untuk berdagang / untuk kegiatan jual beli. Penduduk biasanya berbelanja ke pasar Kasomalang atau pasar Jalan Cagak untuk berbelanja kebutuhan penduduk. Namun disekitar rumah penduduk terdapat beberapa toko dan warung yang menyediakan kebutuhan sehari-hari.

 7. Sarana Penerangan Jaringan listrik sudah terpasang di Desa Kumpay sehingga mendukung masyarakat untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari.

8. Prasarana Perhubungan Prasarana perhubungan di Desa Kumpay adalah kebun sawit dan kebun nanas.

9. Pengairan Jumlah jenis sarana pengairan :
2 jenis Jumlah sarana pengairan : 1buah Tata Guna Lahan Dengan luas areal sawah meliputi 72 Ha/m2 dan bengkok seluas 3 Ha merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat Desa Kumpay. Pola penggunaan lahan pertanian di Desa Kumpay diantaranya : lahan sawah dimusim penghujan ditanami padi dan musim kemarau ditanami Palawija. Lahan pekarangan ditanami pohon buah – buahan dan kayu bahan bangunan. Pola Pemukiman Pola pemukiman di Desa Kumpay cenderung merata dan tempat pemukiman rata-rata terletak di pinggir Jalan Raya Kumpay dan di belakang pemukiman tersebut terdapat banyak lahan pertanian yang digunakan untuk bercocok tanam masyarakat Desa Kumpay. Aksesibilitas Akses untuk menuju ke desa Kumpay dikategorikan cukup baik, karena Jalan Raya Kumpay terkenal sebagai jalur alternatif dari Subang menuju Sumedang. Desa Kumpay berjarak sekitar 17 KM dari pusat Kota Subang dan dapat ditempuh selama 30 menit dari ibu kota Subang dengan menggunakan kendaraan bermotor. Akan tetapi untuk transportasi umum menuju Kumpay belum tersedia, mengingat transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai Desa Kumpay hanya dapat dilalui dengan menggunakan motor ojek. Fasilitas jalan utama menuju Desa Kumpay sekarang sudah memadai karena  ruas jalan kini telah di beton sedangkan sebagian ruas jalan yang menggunakan aspal selalu mengalami kerusakan .

Demikian sekilas sejarah kumpay yang bisa saya sampaikan, semoga banyak koreksi atau saran untuk keotentikan sejarah Desa Kumpay.

Wassalam...........

SALAM KUMPAY CEKAS.......!!!!
Share: